[Video] Cara Penanaman Bibit Jati Super

 

Cara Penanaman Bibit Jati Super

Beberapa pola tanam jati yang bisa dikembangkan adalah monokultur (tanaman sejenis), campuran dan tumpangsari. Penentuan pola tanam jati ini hendaknya mempertimbangkan kondisi lahan dan tujuan penggunaan lahan. Pada lahan subur pengembangan hutan jati sebaiknya menggunakan pola tanam tumpangsari, karena dapat memaksimalkan keuntungan dari hasil pertanian. Jarak tanam ideal jati untuk tumpang sari 3 x 3 m.

Pada lahan/tanah tidak subur, berbatu-batu dan miring sebaiknya dimanfaatkan untuk pola monokultur atau campuran, sehingga penanaman pohon juga bertujuan untuk memperbaiki kualitas tanah serta mencegah tanah longsor dan erosi. Untuk menambah keanekaragaman produk agar dapat diperoleh pendapatan jangka pendek, menengah dan jangka panjang sebaiknya pola yang dikembangkan adalah campuran atau tumpangsari.

Jika lokasi lahan jauh dari tempat tinggal atau pemilik lahan tidak memiliki tenaga kerja untuk melakukan kegiatan pemeliharaan rutin maka pola tanam monokultur atau campuran lebih tepat dibanding dengan pola tumpangsari. Untuk pola tanam jati monokultur bisa menggunakan jarak tanam 2 x 2 m atau 2 x 2,5 m. Untuk ukuran lubang tanam 40 x 40 cm.

Pos ini dipublikasikan di Jati Super, Video dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s