[Video] Cara Penanaman Bibit Jati Secara Tumpang Sari/Polikultur

Cara Penanaman Jati Tumpang sari Polikultur

Sistem penanaman tumpangsari atau Polikultur adalah penanaman jati sebagai tanaman utamanya yang dikombinasikan dengan tanaman pertanian/semusim didalam suatu area. Dimasyarakat pola ini dapat diterapkan dilahan tegalan atau pematang sawah. Keuntungan dari pola tumpangsari adalah disamping mendapatkan hasil kayu, petani juga memperoleh hasil jangka pendek, berupa panen dari tanaman yang ditumpangsarikan, seperti jagung, kacang tanah, singkong, talas, nilam dan empon-emponan (kunir, jahe, temuireng dll).

Kegiatan pengolahan tanah dan pemupukan ketika merawat tanaman semusim berpengaruh baik terhadap pertumbuhan jati. Pemangkasan akar jati yang terjadi pengolahan tanah menurut pengalan petani juga memacu pertumbuhan jati. Sebaiknya hindari tumpangsari dengan tanaman suku solanaceae (terong-terongan) ketika jati masih muda. Tanaman ini bisa menjadi sarana penularan (inang) penyakit layu. Pola tumpangsari juga dapat dikombinasikan dengan tanaman perkebunan (kakao atau kelapa sawit).

Pos ini dipublikasikan di Jati Super, Video dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s